Melatih Disiplin pada Si Kecil Tak Perlu Dilakukan dengan Mencubit atau Memukul, Bunda

Melatih Disiplin pada Si Kecil Tak Perlu Dilakukan dengan Mencubit atau Memukul, Bunda

Ada banyak cara bagi orangtua untuk mendisiplinkan anak, satu hal yang sering dipilih yaitu dengan menerapkan cara yang sedikit keras bahkan melibatkan fisik. Padahal, sebagai orangtua, kita diharapkan juga mengerti tentang batasan. Tak banyak orangtua yang sadar bila disiplin sejatinya dapat berubah menjadi bentuk kekerasan fisik yang akhirnya bisa berdampak pada psikologis si kecil. Bicara mengenai kekerasan, UNICEF telah membagi lima jenis kekerasan pada anak yaitu fisik, seksual, emosional, pengabaian, dan eksploitasi. Ironisnya, banyak orangtua yang tak sadar, mendisiplinkan anak dengan sedikit memukul dan mencubit sejatinya sudah dikategorikan sebagai kekerasan fisik.

Sementara itu, dokter spesialis anak, Meita Dhamayanti menerangkan dalam melatih si kecil agar disiplin, maka Bunda perlu memahami dulu apa itu disiplin. Orang tua harus memandang disiplin dan hukuman dari perspektif positif, Bun. Selain orang tua, guru di sekolah juga tak boleh sembarangan mendisiplinkan siswanya dengan hukuman. Disiplin dianggap sebagai kekerasan apabila tindakan tersebut menimbulkan trauma, menyakitkan, dan mengancam jiwa anak. Kalau anak dipukul atau dicubit sesekali, mungkin masih wajar. Tapi kalau berkali-kali, bisa dianggap kekerasan.

“Hukuman disiplin pada anak baiknya dipahami sehingga perilaku anak berubah menjadi positif, dan dapat melatih tanggung jawabnya. Di sekolah juga, kalau siswa salah di hukum gurunya berdiri di depan kelas. Apakah itu memberikan hal positif? Kalau dihukum dari pagi sampai siang, itu kan beda lagi. Kembali lagi, jika ingin mendisplinkan anak muatannya harus positif. Kalau itu ancaman bagi anak, menjadi kekerasan,” papar Meita.

Biasanya, teknik mengajarkan disiplin ke anak sering diturunkan dari pola asuh generasi sebelumnya, dalam hal ini kakek dan nenek. Bila disiplin yang diberikan positif, tentu tidak masalah.

“Takutnya disiplin ini negatif dan bisa menjadi rantai kekerasan turun-menurun. Jika sejak kecil anak dididik dengan disiplin kekerasan dalam bentuk apapun, ini akan diturunkan ke anak dan generasi seterusnya. Kalau rantai kekerasan ini diteruskan, bisa ganggu psikologi anak. Ini rantai memang harus diputus,” imbuhnya.

Bun, kendati orangtua berdalih bahwa tindakan seperti hukuman kecil dilakukan sebagai bentuk disiplin yang bertujuan positif, tetap saja Bunda harus tau batasan ya. Setiap tindakan yang dilakukan orang tua harus mengacu apakah itu termasuk kekerasan pada anak atau tidak. Bila hendak mengajari si kecil agar lebih disiplin, ada cara-cara efektif yang dapat Bunda terapkan. Bunda perlu menyadari, anak memang rentan menjadi korban kekerasan, itulah pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak.

No Comments

Post A Comment