Frekuensi Napas Normal Bayi, Bunda Perlu Ketahui!

Pada umumnya, bayi memiliki napas yang tidak teratur saat baru lahir, fenomena inilah yang kita sebut napas normal bayi. Terkadang ia dapat bernapas dengan cepat namun juga memiliki jeda yang lama sehingga terkadang membuat Bunda panik. Agar tidak panik secara berlebihan maka perlu bagi kita memahami bagaimana napas bayi normal dalam ulasan berikut!

Frekuensi pernapasan normal bagi bayi

Pernapasan bayi baru lahir tentu berbeda dengan kita sebagai orang dewasa. Bayi baru lahir masih belajar bernapas menggunakan paru-paru yang berpadu dengan ototnya. Hal ini juga semakin kompleks karena terdapat kemungkinan bahwa ia masih memiliki cairan ketuban di saluran pernapasannya yang dapat memengaruhi caranya bernapas.

Nah untuk lebih jelas, berikut penjelasan frekuensi pernapasan normal anak yang menyesuaikan usianya dilansir dari halodoc.com,

  • Bayi baru lahir adalah 30 sampai 60 kali per menit
  • Balita 24 hingga 40 kali per menit
  • Anak pra sekolah 22 hingga 34 kali per menit,
  • Anak usia sekolah 18 hingga 30 kali per menit

Cara menghitung frekuensi napas Si Kecil?

Perlu kita pahami terlebih dahulu bahwa frekuensi napas ialah jumlah napas yang terjadi dalam 1 menit. Hal ini juga dapat mempengaruhi cara pengukuran yang bisa saja berubah. Sehingga, sebelum melakukan pengukuran baiknya kita terlebih dahulu memastikan kondisi Si Kecil sedang fit dan tidak memiliki kesulitan bernapas tertentu.

Lalu, bagaimana mengukurnya? Berikut langkahnya!

  1. Posisikan tubuh Si Kecil dengan posisi duduk ata berbaring di tempat tidur dan buat ia nyaman.
  2. Fokuslah dan hitung berapa kali dada atau perutnya mengembang dalam satu menit.
  3. Catat hasil perhitungannya dan buatlah kurun waktu pengukuran misalkan satu minggu sekali.

Faktor yang berpengaruh terhadap frekuensi napas bayi

Setelah mengetahui patokan normal frekuensi pernapasan tadi, kini kita akan membahas beberapa faktor yang dapat memengaruhi frekuensi pernapasan bayi, antara lain:

  • Dehidrasi 

Bayi yang mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) akan berpontensi bernapas lebih cepat dari biasanya karena terdapat rasa tidak nyaman yang memicunya untuk bernapas lebih cepat.

  • Demam 

Demam akan meningkatkan potensi pernapasan yang lebih cepat karena sudah menjadi mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan panas berlebih dari dalam badan.

  • Infeksi 

Jika Si Kecil terkena infeksi bakteri atau virus tentu akan membuat pernapasannya meningkat. Hal ini biasanya merupakan bagian dari gejala penyakit tertentu yang sangat harus diwaspadai!

Jika hal ini terjadi, Bunda perlu berhati-hati lagi apalagi jika muncul gejala lain seperti:

– Terdapat tarikan dinding dada ke dalam
–  Bibir nampak kebiruan
– Suara napas yang berbeda
– Kepalanya mengangguk saat menarik napas

Jika Bunda melihat gejala tersebut, segeralah membawanya ke dokter anak karena pemeriksaan dini akan memainkan peran penting.

Setelah memahami frekuensi pernapasan normal bayi tadi, kini Bunda dapat lebih teliti lagi memastikan bahwa pernapasa Si Kecil ada di taraf normal. -KJ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *