Atasi Anak yang Susah Makan

Atasi Anak yang Susah Makan

Balita yang sulit atau sering memilih-milih makanan (Picky eaters) adalah tantangan bagi orangtua dalam memahami karakter, kemampuan makan, dan selera makan anak. Melalui pendekatan dan pemahaman yang baik, masalah pemberian makanan mampu diatasi untuk mendukung tumbuh kembang Balita yang optimal.

Gejala picky eaters  atau pemilih makanan biasanya cukup jelas terlihat, contohnya, si Kecil menjauhkan sendok atau memalingkan kepalanya menjauhi makanan. Ia mungkin menutup mulut saat Ibu mencoba menyuapinya, memuntahkan makanan, atau menjadi rewel dan tampak lelah pada saat diberikan makanan. Namun, sinyal tersebut tidak selalu berarti si Kecil memilih-milih makanan. Tanda-tanda tersebut juga dapat menunjukkan bahwa si kecil merasa kenyang, terganggu, atau tidak enak badan.

Si Kecil memilih-milih makanan karena berbagai atau tanpa alasan sama sekali. Alasan medis yang mendasari hal tersebut diantaranya karena balita memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna,  tumbuh gigi, sakit, alergi makanan, atau hanya belum siap untuk mengonsumsi makanan yang padat.

Selama pertumbuhan  berat badan si Kecil berada dalam batas normal dan sesuai dengan usianya, Ibu tidak perlu khawatir. Namun, picky eater  bisa juga berdampak buruk pada kesehatannya. Tumbuh kembang balita dapat terganggu, meningkatkan risiko depresi, cemas, dan memburuknya hubungan orang tua dan anak. Jika Ibu khawatir tentang masalah makan si Kecil, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosa yang lebih khusus dan spesifik. Karena setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Setiap anak membutuhkan nutrisi yang seimbang untuk tumbuh kembang yang optimal. Nutrisi yang dibutuhkan terdiri dari makronutrien, yaitu energi yang berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein; dan mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral. Jumlah zat yang dibutuhkan tiap anak berbeda-beda sesuai usianya.

Balita dalam masa pertumbuhan, kadang-kadang kurang mendapat asupan vitamin A, C, dan D yang cukup dari makanan mereka sehari-hari. Suplemen tambahan berupa vitamin dan nutrisi penting lainnya mungkin bisa membantu. Namun, pemberian vitamin dan suplemen yang berlebihan dapat membahayakan si Kecil. Tanyakan kepada dokter anak mengenai jenis suplemen yang cocok untuk diberikan pada si Kecil. Berikan sesuai dosis yang dianjurkan, dan jangan memberikan beberapa jenis suplemen vitamin dengan kandungan yang serupa.

Berikan berbagai variasi jenis makanan bergizi dan biarkan si Kecil memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan. Jangan memaksa ia untuk mencicipi makanan baru. Ibu mungkin perlu beberapa kali menawarkan makanan baru sebelum si Kecil mau mencobanya.

Seiring waktu, nafsu makan dan perilaku makan si Kecil akan menjadi perlahan membaik. Si Kecil akan menemukan sesuatu yang ia sukai dalam berbagai makanan sehat tanpa banyak dorongan dari Ibu. Cobalah memberi makanan yang dapat ia pegang sendiri. Hindari makanan yang dapat menyebabkan si Kecil tersedak, seperti anggur utuh, sosis yang besar, permen bulat dan keras, maupun kacang tanah. Irisan roti dan pisang dapat diberikan sebagai alternatif pilihan makanan. Si Kecil belum sepenuhnya mampu mengunyah sampai mereka berusia 4 tahun, jadi berikanlah makanan dalam bentuk kecil dan mudah dikunyah.

Nutrisi yang seimbang merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat si Kecil. Ketika memasuki usia prasekolah, si Kecil harus makan makanan yang sama dengan seluruh keluarga, dengan penekanan pada gizi yang seimbang. Berikan sayuran segar dan buah-buahan, produk susu tanpa lemak atau rendah lemak (susu, yogurt, keju), daging tanpa lemak (ayam, kalkun, ikan), dan sereal gandum dan roti.

No Comments

Post A Comment