Air Liur Berlebihan saat Bunda Hamil? Mengapa Bisa?

Halo, Bunda! Selamat datang dalam fase indah kehamilan yang penuh hal baru, ya! Saat mengandung, Bunda mungkin mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional yang menarik, termasuk beberapa gejala yang tidak biasa seperti air liur berlebihan. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengapa Bunda bisa mengalami air liur berlebihan selama kehamilan dan apa yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Mari kita simak bersama!

Baca Juga: Pernahkah Bunda Melihat Reflex Galant Pada Si Kecil?

Perubahan Hormonal

Salah satu alasan utama air liur Bunda meningkat saat hamil adalah perubahan hormone tentunya. Selama kehamilan, tubuh Bunda mengalami lonjakan hormon, seperti estrogen dan progesteron. Kenaikan hormon ini pastinya dapat mempengaruhi kelenjar liur di mulut, menyebabkan produksi air liur yang lebih banyak dari biasanya.

Air Liur Refleks Mual dan Muntah

Peningkatan air liur seringkali terkait dengan mual dan muntah yang sering dialami oleh beberapa Bunda selama trimester pertama kehamilan. Saat Bunda merasa mual, tubuh secara otomatis menghasilkan lebih banyak air liur untuk membantu mengurangi iritasi pada lambung akibat asam lambung yang meningkat.

Perubahan Rasa dan Bau

Selama kehamilan, perubahan hormon juga dapat mempengaruhi indra perasa dan penciuman Bunda. Beberapa wanita mengalami peningkatan sensitivitas terhadap bau dan rasa tertentu, yang bisa memicu produksi air liur lebih banyak sebagai respons alami dari tubuh Bunda.

Predisposisi pada Refluks Asam

Beberapa Bunda mengalami masalah refluks asam selama kehamilan, di mana asam lambung naik dari perut ke kerongkongan. Kondisi ini bisa menyebabkan perasaan asam di mulut dan memicu produksi air liur lebih banyak untuk membantu netralisasi asam.

Tips Mengatasi Air Liur Berlebihan

Meskipun air liur berlebihan saat hamil merupakan gejala yang normal, beberapa Bunda mungkin merasa tidak nyaman dengan kondisi ini. Berikut beberapa tips untuk mengatasi air liur berlebihan:

  • Coba kunyah permen karet bebas gula atau permen peppermint yang bisa membantu mengurangi produksi air liur.
  • Seringkali berkumur dengan air hangat dan sedikit garam untuk membantu meredakan perasaan terlalu banyak air liur di mulut.
  • Hindari makanan yang pedas, berminyak, atau asam yang dapat merangsang produksi air liur lebih banyak.
  • Jaga asupan makanan dalam porsi kecil dan sering untuk menghindari rasa lapar yang bisa meningkatkan produksi air liur.
  • Minum air putih secara teratur untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mencegah dehidrasi.

Baca Juga: Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil Yang Harus Diketahui!

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun air liur berlebihan biasanya merupakan gejala normal selama kehamilan, tetapi terkadang bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Jika Bunda mengalami masalah berat seperti kesulitan menelan, berbicara, atau bernapas, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai air liur berlebihan saat Bunda hamil. Selamat menikmati keajaiban kehamilan dan tetaplah menjaga kesehatan dengan baik. Jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran atau pertanyaan selama masa kehamilan. Tetap semangat dan bahagia dalam perjalanan keibuan Bunda! -KJ

Diposkan di Ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *