8 Keseruan Menjadi Ibu yang Full Time di Rumah.

8 Keseruan Menjadi Ibu yang Full Time di Rumah.

Menjadi ibu yang fulltime di rumah. Pernahkan anda menginginkan hal itu? Atau malah anda adalah salah satunya? Tentunya banyak cerita yang bisa dibagi dari para perempuan yang memilih kesempatan ini. Kita simak, yuk, apa saja keseruan yang dialami!

1. MENJADI SAKSI PERKEMBANGAN ANAK PERTAMA KALI

Saat menjadi pekerja, seorang ibu yang mendapat laporan perkembangan dari pengasuh anaknya, pastinya merasa bahagia. Tidak begitu halnya dengan ibu yang berada di rumah penuh waktu. Setiap keahlian baru, setiap celoteh baru, dan setiap keceriaan adalah momen berharga. Kesempatan itu akan sangat langka sekiranya ia tidak memutuskan untuk berada di rumah. Sang ibu tidak akanpernah mendapatkan laporan langsung dari pengasuhnya. Ia langsung menjadi saksi matanya.

2. BANGUN LEBIH PAGI, TIDUR LEBIH LARUT.

Ketika semua sudah tidur, ibu penuh waktu masih harus menyiapkan banyak hal untuk keesokan harinya. Selain tentunya, ibu juga harus memastikan semua hal telah selesai dikerjakan. Bisa jadi, mereka tiba-tiba berhenti di depan kamar tidur ketika ingat lampu kamar mandi belum dimatikan atau pintu belum dikunci. Lalu, apakah urusan sudah selesai setelah berbaring di tempat tidu? Oh, tentu belum. Masih ada hari esok untuk bangun lebih pagi untuk tantangan baru.

3. “TELFON SAYA 5 TAHUN LAGI, YA.”

Jika ada telfon di saat-saat genting, seperti saat persiapan menjelang sekolah, biasanya Ibu penuh waktu akan lebih memilih pekerjaan utama mereka. Maka dari itu, jangan heran jika penelepon diminta untuk menelfon lagi beberapa saat setelah semua pekerjaan rumah tangga selesai. Namun, jika ibu memiliki banyak anak, siap-siap saja ditunda lebih lama.

4. “AKHIRNYA TIDUR JUGA.”

Kalimat ini adalah kalimat favorit ibu penuh waktu di siang hari. Kenapa? Karena waktu anak tidur siang adalah waktu yang tepat menyelesaikan pekerjaan rumah yang lain. Bagaimana dengan malam hari? Ah, rasanya seperti surga jika anak bisa tidur cepat setiap hari.

5. SAATNYA BELANJA BULANAN!

Belanja bulanan adalah rutinitas yang dinanti para ibu penuh waktu. Betapa tidak? Waktu belanja adalah waktu istirahat dari rutinitas di rumah. Saat memilih-milih sayuran terbaik, gula pasir termurah, sampai popok dengan diskon terbesar merupakan kebahagiaan yang tidak terbeli. Di saat itu pula para ibu dimanjakan dengan sale, meskipun hanya untuk cuci mata.

6. TIDAK BOLEH SAKIT

Ibu penuh waktu diharapkan untuk selalu sehat dan fit setiap harinya. Bayangkan apa yang terjadi jika mereka sakit? Beragam tugas dari mulai pengasuhan hingga tumpukan cucian baju menunggu untuk diselesaikan. Jadi, kalau sudah mulai terasa agak pilek, Ibu akan mencari cara unuk menyembuhkannya dengan cara apapun untuk menghilangkannya.

7. “JADI ANDA KERJA APA?”

Itu mungkin yang akan dipikirkan oleh seorang ibu penuh waktu setelah menyatakan bahwa ia adalah ibu penuh waktu. Pada awalnya, mungkin sang ibu merasa kesal dan mulai mengeluarkan beberapa jurus menanggapi pertanyaan tersebut. Dari mulai alasan memilih menjadi ibu fulltime sampai mengeluarkan teori-teori pengasuhan anak kerluar baik secara sistematis hingga tidak terstruktur. Tapi lama-lama, karena sudah sangat terlatih, kalimat itu hanya ada di dalam hati. Ibu penuh waktu yang lebih senior menyadari bahwa menjadi seorang Ibu itu lebih dari bekerja. Mereka tahu bahwa ada amanah yang besar dibalik pilihan hidup yang diambilnya.

 

8. “TERAKHIR KUMPUL BARENG TEMAN? KAPAN YA?”

Tentunya berkumpul dan berada bersama dengan keluarga selalu dipilih dibanding berkumpul dengan siapapun. Selain itu, tugas-tugas yang harus  diselesaikan setiap harinya juga menjadi prioritas. Inilah alasan utama sulitnya mencari waktu untuk berkumpul dengan teman-teman lama. Tapi untunglah kita tinggal di Indonesia. Mengapa? Karena kita memiliki waktu reuni dan mudik setiap tahun! Kebanyakan Ibu memanfaatkan waktu ini untuk bertemu kembali dengan teman-temannya, dimana membawa anak-anak serta juga bisa jadi pilihannya.

No Comments

Post A Comment